Array

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin23
mod_vvisit_counterMinggu ini130
mod_vvisit_counterMinggu terakhir191
mod_vvisit_counterBulan Ini551
mod_vvisit_counterBulan Terakhir640
mod_vvisit_counterSemuanya3701

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.227
 , 
Today: Feb 22, 2012
Sample Title
Sample Title
Sample Title
Sample Title
Sample Title
 

Sunnah dan Bid'ah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

SUNNAH DAN BID'AH DALAM ASYURA

 

Hari Asyura adalah hari yang sudah tidak asing lagi bagi kita kaum muslimin diseluruh penjuru dunia. Suatu hari yang sangat bersejarah lagi mulya, yang memiliki kehormatan dan kemanfaatan yang agung semenjak dahulu kala, banyak kejadian-kejadian penting yang agung di dalam hari tersebut serta kemenangan-kemenangan dan berbagai rahasia dan tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat mengagumkan. Asyuro adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram, yaitu bulan yang sangat mulia yang termasuk dalam jajaran Asy hurul Hurum (Bulan-bulan mulia) yang terdiri dari empat bulan yaitu, Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram serta Rajab sebagaimana difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 36 :

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضََ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أًنْفُسَكُمْ

Ártinya : "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."

Beramal sholeh di bulan tersebut akan dilipat gandakan pahalanya demikian juga berbuat kejahatan juga akan dilipat gandakan dosanya, sampai sedemikian rupa kemuliaan dan kehormatan bulan Muharrom di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga sebagaimana ulama berpendapat bahwasannya bulan Muharram lah yang paling utama di antara bulan-bulan yang lainnya selain bulan Romadlon sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Nasa'i dalam haditsnya dari Abi Dzar radhiyallahu anhu berkata :

سألت النبي صلى الله عليه وسلم أي الليل خير وأي الأشهر أفضل؟ فقال خير الليل جوفه وأفضل الأشهر شهر الله الذي تدعونه المحرم.

Artinya : "Saya bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam : Malam apakah yang paling baik dan bulan apakah yang paling utama? Dan beliau menjawab : Sebaik-baik waktu malam adalah di tengah-tengah malam dab bulan-bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang bernama Muharram."

Oleh karena itu di dalam bulan Muharram yang agung tidak terlepas dari hari Asyuro yang penuh dengan nilai-nilai histories, relegius dan sacral, serta dengan muatan ibadah mahdah. Islam telah menggambarkan dengan jelas dan gambling bagaimana keutamaan-keutamaan Asyuro.

As-Syekh Abdul Qodir Al-Jailany menerangkan dalam kitabnya "Al-Ghunyah" tentang fadilah-fadilah hari Asyuro sebagai berikut :

  1. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan langit-langit.
  2. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan gunung-gunung.
  3. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan lautan.
  4. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan daratan.
  5. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Lauhul Mahfudz.
  6. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Nabi Adam Alaihissalam.
  7. Allah Subhanahu wa Ta'ala Memasukkan Nabi Adam Alaihissalam ke surga.
  8. Nabi Ibrahim Alaihissalam dilahirkan.
  9. Nabi Ibrahim Alaihissalam diselamatkan dari api.
  10. Fir'aun ditenggelamkan dan mati di laut.
  11. Nabi Ayyub Alaihissalam mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya.
  12. Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima taubatnya Nabi Adam Alaihissalam.
  13. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni Nabi Daud Alaihissalam.
  14. Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan.
  15. Bangkitnya hari kiamat.
  16. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Arsy'.
  17. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Al-Kursy.
  18. Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Malaikat Jibril dan Malaikat yang lain.

Amal-amal ibadah di hari Asyura

Hari Asyura adalah hari untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sebenarnya seorang muslim dituntut untuk melaksanakan taubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala pada setiap waktu, bukan di waktu tertentu dan di tempat tertentu pula, hanya saja tuntutan tersebut di hari Asyuro menjadi lebih kuat. Demikian juga setiap amal sholeh menjadi lebih kuat dan utama dilaksanakan dan dianggap bagus untuk diperbanyak pada waktu-waktu yang utama dan pada masa-masa yang penuh berkah. Adapun amal-amal ibadah yang dianjurkan oleh Islam dalam menyikapi Asyuro adalah :

1. Melakukan Puasa

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan puasa di hari Asyuro kepada umatnya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Ibnu Abbas beliau berkata :

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة فوجد اليهود صياما يوم عاشوراء فقال لهم رسول الله صلى الله عليه وسلم ما هذا اليوم الذي تصومونه قال : هذا يوم عظيم أنجح الله فيه موسى وقومه وأغرق فرعون وقومه فصامه موسى شكرا فنحن نصومه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فنحن أحق وأولى بموسى منكم فصامه رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Artinya : "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah datang ke kota Madinah lalu menjumpai orang-orang yahudi sedang berpuasa pada hari Asyuro lalu Rasulullah berkata "Hari apakah ini yang kalian pada berpuasa? Lalu mereka menjawab "Ini adalah hari yang agung. Allah telah menyelamatkan Musa di hari tersebut bersama kaumnya. Dan menenggelamkan fir'aun dan kaumnya, maka Nabi Musa berpuasa karena bersyukur lalu kami pun berpuasa, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata : "Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Nabi Musa daripada kalian. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa."

2. Memberikan Shodaqoh

Abu Musa Al-Madini telah mengeluarkan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin A'mr bin Ash beliau berkata :

من صام عاشوراء فكأنما صام السنة ومن تصدق فيه كان كصدقة السنة

Artinya : "Barang siapa yang berpuasa Asyuro maka seakan-akan berpuasa satu tahun dan barang siapa yang bershodaqoh di dalamnya maka dia seperti bershodaqoh satu tahun.

3. Memperluas Belanja

Ibnu Mansur berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal :

هل سمعت في الحديث من وسع على أهله يوم عاشوراء أوسع الله عليه سائر السنة، فقال نعم رواه سفيان بن عيينة عن جعفر الأحمر عن إبراهيم بن محمد عن المنتشر.

Artinya : "Apakah engkau pernah mendengar dalam hadits Barang siapaang meluaskan belanja keluarganya, maka Allah akan meluaskan rizki kepadanya selama satu tahun." Beliau berkata : Ya hadits tersebut adalah riwayat dari Sufyan bin 'Uyainah dari Ja'far Al-Ahmar dari Ibrohim bin Muhammad dari ………

Melihat dari berbagai riwayat tersebut maka tentulah hal ini menunjukkan bahwa hari-hari yang utama dan penuh berkah dan pantas dihidupkan dengan ibadahm dan ibadah puasa adalah di antara jenis-jenis ibadah yang paling agung. Demikian juga jenis ibadah-ibadah yang lainnya dengan tanpa membatasi jenis suatu ibadah tertentu, sehingga tidaklah lewat hari-hari yang mulia itu sementara kita lengah dan lalai dan berpaling tidak menghidupkannya dari segala bentuk ibadah yang menjadi pelajaran ilmiyah dan faedah-faedah amaliyah serta jalan keselamatan. (Dzikroyat wa Munasabat, oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki)

Penyimpangan Hari Asyura

Di bulan Muharrom yang mulia tersebut masih banyak praktek-praktek ritual yang dilakukan oleh sebagian umat Islam di Indonesia tanpa memperdulikan tuntunan-tuntunan Agama Islam. Di antaranya adalah praktek ritual membuang sesajen binatang, makanan dan lain sebagainya ke laut dengan beramai-ramai dengan tujuan menolah dan menangkal bala'. Yang mana hal ini hanya pantas dilakukan oleh orang-orang hindu. Juga penyimpangan di hari Asyuro yang dilakukan oleh komunitas Syi'ah di berbagai negara, mereka melakukan ritual yang sudah tidak asing lagi yaitu memperingati kemadian Sayyidina Hesein dengan diiringi ratapan dan tangisan histeris, tidak cukup demikian mereka menyakiti badan mereka sendiri dengan berbagai macam cara, ada yang memukul-mukul badan dengan tangan mereka sendiri sampai luka, ada yang menggunakan rantai, pisau dan pedang sehingga badan dengan kepala mereka berlumuran darah. Hal ini mereka lakukan dengan rasa bangga dan gembira sebagai rasa tebusan kepada diri Sayyidina Husein yang mati sebgai syuhada' di medan Karbala. Perilaku-perilaku yang demikian ini menjadi rutinitas ritual bahkan menjadi tontonan menarik bagi orang-orang. Mereka begitu asyik menonton pertunjukkan ritual tersebut. Bahkan banyak anak-anak kecil yang tidak berdosa turut menjadi korban dengan dilukai kepalanya sedemikian rupa sehingga penuh darah. Perbuatan tersebut jelas sebagai perbuatan yang melanggar dan merusak norma-norma Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

ليس منا من ضرب الخدود وشق الجيوب ودعابدعوى الجاهلية (متفق عليه)

Artinya : "Bukanlah dari golongan kami orang yang memukul pipi dan merobek-robek saku bajudan berseru dengan perkataan jahiliyah (H.R. Bukhari dan Muslim)."

 

لا ضرر ولا ضرار (رواه ابن ماجه ودار قطني)

Artinya : "Tidak boleh berbuat kerusakan dan saling berbuat kerusakan." (H.R. Ibnu Majah, Daruquthniy)

Al-Imam Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur seorang ulama besar dan mufti Hadramaut menyatakan dalam fatwanya : "Melakukan dengan perbuatan yang mengatakan "Ya Husein, Ya Husein ………." Di India dan pulan Jawa yang dilaksanakan di hari Asyuro adalah perbuatan bid'ah yang tercela dan haram. Para pelakunya adalah orang-orang fasiq dan sesat. Dan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya (As Showaiqul Muhriqoh) "Awas, waspadalah engkau jangan sampai melakukan perbuatan seperti perbuatan bid'ah orang Rafidloh (Syi'ah) dan sejenisnya pada hari Asyuro dengan meratap dan bersedih karena hal itu bukanlah akhlak kaum muslimin."

 

Perbuatan orang-orang Rafidloh atau Syi'ah di bulan Asyuro dengan menyakiti badan mereka sendiri sampai bercucuran darah, telah jelas menampakkan penyerupaan terhadap orang-orang kristen yang selalu menyakiti dan melukai badan mereka sehingga penuh dengan darah sebagai tebusan kepada tuhan yesus di saat hari perayaan mereka. Akal sehat mana yang akan menerima perbuatan tersebut? Apakah itu yang disebut ajaran Ahlul Bait Nabi? Apakah Islam mengajarkan hal demikian? Hasya wa Kalla! Naudzubillah min Dzalik!! Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan kita dijaga dari segala bid'ah dholalah, dan dari segala maksiat dan kesyirikan Jali dan Khofi. Bijahi Nabi wa Ahli Baitihi, Amiiin……..!


Last Updated (Friday, 16 December 2011 14:31)

Add comment


Security code
Refresh

 
 
 
 
 

Darul Ihya