Ceramah AL-Habib Abdul Qodir bin Ahmad As-segaf Bangil d iLekok dalam acara haul K.H Utsmani Adhim

Di zaman sekarang, kita sering menjumpai orang-orang yang tidak memperhatikan tempat-tempat yang mulia seperti majlis-majlis ilmu dan majlis-majlis dzikir, tempat-tempat yang dikatakan oleh para ulama sebagai paling afdholnya tempat. Majlis ilmu dan majlis dzikir disebut tempat mulia, karena pernah di sabdakan oleh nabi SAW "bahwa sanya majlis dzikir dan ilmu itu adalah termasuk kebun dari kebun-kebun surga."
Sedangkan tempat yang paling jelek adalah pasar. Karena, didalam pasar itu kita sering menemukan kebohongan-kebohongan yang terjadi didalamnya. Contohnya, harga barang yang aslinya murah dijual sangat mahal dan barang yang jelek dikatakan bagus. Maka oleh sebab itu, pasar disebut sebagai tempat yang jelek.
Tempat-tempat yang mulia ini juga bisa dipakai untuk berdo'a dan bisa mempercepat terkabulnya do'a yang diminta. Orang yang berdoa juga harus melihat tempatnya, seperti di hadapan ka'bah, multazam, dan banyak lagi tempat yang mulia: salah satunya adalah majlis ilmu dan dzikir yang disebut sebagai kebun surga oleh Rasulullah. Tidak ada kenikmatan yang dipercepat dari surga kecuali majlis dzikir dan ilmu. Maka oleh sebab itu, jikalau seseorang mempunyai hajat atau yang lainnya, maka hendaknya orang itu mengadakan majlis-majlis seperti majlis dzikir dan ilmu, agar supaya membekas pada diri orang itu dan mendapat barokah yang besar dari Allah SWT.
Indonesia memiliki umat islam terbanyak. Ulama-ulamanya pun banyak., Namun kenapa di negeri ini banyak terjadi musibah-musibah yang selalu silih berganti tiada henti, seperti pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan lain sebagainya. Di negeri Indonesia ini pencuri-pencuri negara seperti koruptor yang mencuri uang-uang negara hidup bebas seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali. Jarang sekali dari mereka yang dihukum dengan hukuman yang menjerakan, berbeda dengan pencuri-pencuri biasa yang hanya mencuri barang-barang yang kecil atau remeh. Mereka selalu dihukum dan diadili. Banyak sekali ketidak adilan di negeri ini.
Jjikalau kita ingin hidup dengan aman dan tentram dinegeri ini, maka ada empat perkara yang harus menjadi pegangan kita:
1. Membaca Istighfar,karena istighfar adalah benteng penolak bala.
2. Mengadakan acara haul wali-wali ALLAH SWT yang sudah wafat dan menziarahi mereka baik yang masih hidup atau sudah mat. Sebab, mereka termasuk penolak bala dimuka bumi ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh Shohibur Ratib Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad; bahwasannya Andai tidak ada mereka maka akan ditimpakanlah gunung- gunung kepada orang yang ada dinegeri tersebut karena begitu banyaknya dosa yang diperbuat oleh manusia.
3. Berpegangan kepada Ahlul Bait, keluarga, serta keturunan Nabi. Mereka ini juga sebagai penolak bala di suatu negeri karena mereka adalah peninggalan yang berharga dari Nabi Muhammad SAW. Tapi, ini khusus bagi ahlul bait yang sejalan dengan datuk-datuk mereka sampai kepada baginda Rasulullah SAW, bukan Ahlul bait yang menyimpang dari ajaran salafnya; ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
4. Berpegangan kepada ulama-ulama yang beramar ma'ruf nahi munkar di negeri ini. Agar ALLAH SWT tidak memberi musibah kepada kita maka ikuti dan pegangi ulama yang beramar ma'ruf nahi munkar. Mereka adalah ulama yang tegas, haram dikatakan haram dan yang halal dikatakan halal, tidak memandang kepada apapun dan tidak takut kepada siapapun kecuali hanya takut kepada ALLAH SWT. Banyaknya bencana yang menimpa negeri ini disebabkan banyak ulama yang tidak tidak tegas alias plin-plan dalam menyampaikan kebenaran. .
Apabila kita bisa berpegangan kepada empat perkara yang sudah disebut diatas maka hidup kita akan aman dan tentram dan diridhai Allah.
Last Updated (Tuesday, 06 December 2011 06:35)


















