Array

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin23
mod_vvisit_counterMinggu ini130
mod_vvisit_counterMinggu terakhir191
mod_vvisit_counterBulan Ini551
mod_vvisit_counterBulan Terakhir640
mod_vvisit_counterSemuanya3701

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.229
 , 
Today: Feb 22, 2012
Sample Title
Sample Title
Sample Title
Sample Title
Sample Title
 

fatwa2

meratakan wudhu

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Thursday, 03 November 2011 13:33 Written by Majid Thursday, 03 November 2011 13:30

 

Assalamualaikum Wr Wb.

Ustadz ana mau Tanya, bagaimana hukumnya jika ada orang wudlu ketika madlmadlo (berkumur – kumur) atau Intinsyaq (menghirup air kedalam hidung) ada juz (bagian) yang terbasuh namun bagian tersebut tidak terbasuh ketika membasuh muka. Apakah wudlunya sah atau harus mengulanginya lagi ?

Wassalamualaikum Wr Wb

Sail : Anggota Kamar I

Wassalamualaikum Wr Wb

Terima Kasih kami sampaikan kepada saudara penanya.

Menurut perspektif fiqih dan tentunya menurut qaul yang mu'tamad hal tersebut dikembalikan kepada keadaan atau niatnya ketika Madlmadloh atau Instinsyaq dengan kata lain ditafsil : apabila ketika dia madlmadloh atau Istinsyaq berniat membasuh muka atau bagian dari muka maka tidak perlu mengulang dan wudlunya sah akan tetapi, ketika Madlmadloh atau Istinsyaq ia berniat Madlmadloh saja, atau ia berniat Istinsyaq saja atau ia berniat madlmadlo, Istinsyaq dan membasuh muka bersamaan atau dimutlaqkan (tidak berniat apa – apa), maka wudlunya tidak sah dan wajib mengulangnya.

Lihat Ianatul Tholibin Darul Fikr Juz I Hal 49

 
 
 
 
 
 

Darul Ihya